Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juli 2013

hidup hari ini

Salah satu penyebab utama mengapa kita tidak berbahagia
karena kita belum menguasai seni untuk "hadir secara lahir
dan batin."

Ketika bekerja, kita tidak henti-hentinya memikirkan
tentang masalah rumah tangga.

Sebaliknya, saat di rumah, kita mengkhawatirkan tentang
pekerjaan yang menumpuk.

Apakah Anda juga begitu?

Kebanyakan orang melewati harinya seperti itu. Mereka
tidak sungguh-sungguh hadir di mana mereka berada.

Mereka tidak benar-benar mendengar apa yang dikatakan
orang lain. Mereka mendengar kata-kata, tapi tidak menyerap
makna dalam pesannya.

Setiap jam dipenuhi dengan pemikiran tentang masa lalu dan
kemungkinan di masa yang akan datang. Saking terlibatnya
dengan masa lalu dan masa depan, mereka tidak sadar hari
ini telah berlalu sia-sia.

Daripada berusaha meraih sesuatu yang berarti hari
ini juga, mereka menyesali waktu-waktu lampau. Mereka
berandai-andai dan memimpikan masa depan yang sempurna.

Sosok mereka hadir, tapi pikiran mereka melompat dari
jaman ke jaman, kecuali hari ini. Sekarang.

Hidup ini akan jauh lebih bermakna jika Anda menikmati
kehadiran Anda secara lahir dan batin.

Kembangkan fokus pada saat ini. Libatkan diri, rasakan
dan alami waktu yang sedang berjalan.

Sisihkan waktu menikmati matahari terbenam. Luangkan waktu
berdiam diri. Nikmati waktu dengan pasangan dan anak-anak.

Perhatikan setiap momen yang berlalu. Lihatlah sekeliling
dan saksikan bagaimana semuanya menjadi pengalaman baru
Anda. Apa yang kemudian akan membentuk diri Anda.

Hidup bukanlah melulu tentang apa yang Anda kerjakan. Lebih
dari itu, hidup adalah tentang apa yang Anda alami.

Tanpa benar-benar hadir di mana pun Anda berada, pengalaman
tidak akan pernah sama. Waktu akan terasa sia-sia.

Padahal, satu-satunya peluang mengubah masa lalu dan
mempersiapkan hari esok adalah sekarang.

Jumat, 12 Juli 2013

wish

Jangan melihat dari wajah, itu bisa menipu. Jangan melihat kekayaan, itu bisa menghilang.

Datanglah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum karena sebuah senyuman dapat membuat hari yang gelap menjadi cerah. Berharaplah kamu dapat menemukan seseorang yang dapat membuatmu tersenyum.

Ada saat di dalam kehidupanmu dimana kamu sangat merindukan seseorang, kamu ingin mengambil mereka dari mimpimu dan benar-benar memeluk dia. Berharaplah bahwa kamu dapat bermimpi tentang dia, yang berarti mimpilah apa yang ingin kamu mimpikan, pergilah kemana kamu ingin pergi, jadilah sesuai dengan keinginan kamu, karena kamu hanya hidup sekali dan satu kesempatan untuk melakukan apa yang kamu inginkan.

Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kamu bahagia, cukup cobaan untuk membuat kamu kuat, cukup penderitaan untuk mmbuat kamu menjadi manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan untuk membuat kamu bahagia.

Selalu letakkan dirimu pada posisi orang lain. Jika kamu merasa bahwa itu menyakitkan kamu, mungkin itu menyakitkan orang itu juga.

Kata-kata yang ceroboh dapat mengakibatkan perselisihan, kata-kata yang kasar bisa membuat celaka, kata-kata yang tepat waktu dapat mengurangi ketegangan, kata-kata cinta dapat menyembuhkan dan menyenangkan.

Permulaan cinta adalah dengan membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak membentuk mereka menjadi sesuai keinginan kita. Dengan kata lain kita mencintai bayangan kita yang ada pada diri mereka.

Orang yang bahagia tidak perlu memiliki yang terbaik dari segala hal. Mereka hanya membuat segala hal yang datang dalam hidup mereka.

Kebahagiaan adalah bohong bagi mereka yang menangis, mereka yang terluka, mereka yang mencari, mereka yang mencoba. Mereka hanya bisa menghargai orang-orang yang penting yang telah menyentuh hidup mereka.

Cinta mulai dengan senyuman, tumbuh dengan ciuman dan berakhir dengan air mata.

Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan.

Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa sakit hati.

Ketika kamu lahir, kamu menangis dan semua orang di sekeliling kamu tersenyum.

Hiduplah dengan hidupmu, jadi ketika kamu meninggal, kamu satu-satunya yang tersenyum dan semua orang di sekeliling kamu menangis.

Aku, mereka

Orang sering sulit dimengerti, tidak pikir panjang dan selalu memikirkan diri sendiri,  Egoiskah dia....?

Bila kamu baik hati, orang mungkin menuduh kamu egois, atau punya mau, tetapi ... tetaplah berbuat baik.

Bila kamu sukses, kamu akan menemui teman-teman yang tidak bersahabat dan musuh-musuh sejati kamu, namun demikian ... teruskan kesuksesan kamu.

Bila kamu jujur dan tulus hati, orang mungkin akan menipu kamu;
namun demikian ...tetaplah jujur dan tulus hati.

Hasil karya kamu selama bertahun-tahun dapat dihancurkan orang dalam semalam, jika demikian. Tetaplah berkarya.

Bila kamu menemukan ketenangan dan kebahagiaan, mungkin ada yang iri, namun demikian.. syukurilah kebahagiaan kamu.

Kebaikan kamu hari ini gampang sering dilupakan orang. Tetapi, teruslah berbuat kebaikan.

Berikanlah yang terbaik dari kamu dan itu pun tidak akan pernah memuaskan orang, namun demikian ... tetaplah memberi yang terbaik.

Hingga pada akhirnya ....
Perkaranya adalah antara kamu dan Sang Pencipta ... dan bukan antara kamu dan mereka

Sabtu, 02 Februari 2013

apakah watak / karakter manusia bisa berubah ?

Waktu itu saya sudah pernah membahas tentang watak...
Hmmm.. dan tidak pernah saya bosan untuk membahasnya lagi.
Karena menurut saya, watak atau karakter dari seseorang ialah yang menentukan kualitas hidup orang itu sendiri, juga untuk orang-orang yang disekelilingnya..

Saya mau cerita,
Pernah lihat binatang koala? atau paling tidak, tahu tentu yang namanya koala.
Si koala ini adalah binatang khas dari Australia.
Dia tenar sekali disana karena bentuknya memang lucu dan mengemaskan. Coklat gelap warnanya dan wajahnya lugu banget gitu.
Si koala ini punya karakter pemalas. Menurut penelitian (& juga menurut sumber salah seorang teman saya), si koala adalah salah satu binatang paling malas di dunia ini.

Konon dia tidur 22 jam dalam sehari!
Huebat ya… Padahal dalam satu hari hanya ada 24 jam, dimana dengan kata lain, ya hanya 2 jam tok si koala bangun dan beraktifitas.
Dia hidup di batang sebuah pohon. Kalau mau makan pun dia malas bergerak dan hanya mau bergeser sedikit untuk mengambil makanan yang sudah tersedia saja di sekitar dia. Bergerak paling banyak dia lakukan hanya kalau sedang melakukan hubungan seks.
Itulah mungkin kenapa si koala kemudian mendapat titel sebagai binatang pemalas.
Ya memang begitulah karakternya… Mana bisa berubah lagi?
Tetapi bagaimana ceritanya kalau dengan karakter seorang manusia?
Apa masih berubah?
Dalam satu bulan belakangan ini saya banyak sekali mendapat kalimat yang sama dari waktu ke waktu terus-menerus, “Ya memang begitu kok karakternya. Mana bisa berubah lagi..? ”
Apa iya manusia itu bisa sama disejajarkan seperti seekor koala, yang nota bene masuk ke dalam spesies binatang dan tidak bisa berubah?
Hmmmmmmmmmmmmmmmmh..
Saya yakin tidak ada yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang manusia.

Yang dibutuhkan lagi-lagi hanya seonggok, segepok, segumpal keyakinan, kemauan dan niat.
Dan saya yakin semua pasti sudah pernah mendengar kalimat tersebut sebelumnya dalam beragam percakapan, artikel dan dalam beragam hal.
Masalahnya sekarang seberapa besar keyakinan dan kemauan kita untuk berubah??

Kalau keyakinan dan kemauan itu cukup besar, rasanya tidak ada yang tidak mungkin.
Saya tidak percaya dengan kalimat tadi, ‘Ya sudah karakter. Mana bisa berubah lagi’. Menurut saya itu adalah sebuah alasan yang dangkal sekali. picik.
Karakter pemarah, karakter pemalas, karakter tukang ngaret, karakter defensif, karakter pembohong, karakter pembual, karakter egois, karakter kompulsif, karakter penakut, karakter depresif, karakter manipulatif dan beribu-ribu karakter lainnya SEMUA BISA BERUBAH !!.
Saya berani mempertaruhkan semua milik saya untuk kalimat saya tersebut.
Semua karakter BISA BERUBAH.

Pertanyaannya ‘hanya’lah, mau tidak si manusia itu berubah?
Kalau sudah mau berubah, pertanyaan selanjutnya dan yang paling penting mau tidak dia berjuang untuk berubah??
Perubahan bukan hal yang mudah dan dapat dicapai dalam waktu satu malam.

Saya pun tidak pernah bilang itu akan menjadi hal yang mudah serta cepat dicapai seperti orang makan cabai lalu langsung pedas.
Perubahan itu mungkin perlu dilakukan dengan usaha yang maha gigih sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah, setakar demi setakar.
Saya menyadari hal tersebut dari pengalaman pribadi.
Kebayang sudah berapa puluh tahun mungkin si karakter telah mengendap dan mengalir lancar dalam diri.
Kebayang pula sudah berapa puluh tahun kita telah terbiasa menjalankan karakter tersebut.
Seperti kalau misalnya si koala yang juga sudah turun temurun dari nenek moyang begitulah adanya.
Hal yang mustahil rasanya untuk merubah si koala.
Tetapi sekali lagi, apa iya kita sama sejajar dengan koala?
Bagaimana kabarnya dengan atribut ‘kemanusiaan’ yang melekat pada manusia seperti otak, kepintaran, intensi dan kemauan bebas?

Apa tidak ada gunanya semua untuk menghasilkan keadaan yang lebih baik?
Banyak orang mengatakan ingin berubah dan akan berubah.
Tetapi tidak banyak orang yang benar-benar berjuang mewujudkan perubahan itu.
Setiap orang juga tentunya pernah kena teguran, tamparan dan bahkan cacian.

Tetapi tidak banyak orang yang bisa belajar dari teguran, tamparan dan cacian tersebut serta menjadikannya sebagai wake up call.
Mungkin dulu pernah ada penelitian atau percobaan yang ingin membuat si koala lebih aktif, lebih gesit dan lebih banyak bergerak. Mungkin lho yaaaaaaa....
Namun tampaknya tidak sukses tuh karena si koala tetap lah si koala.
Lalu bagaimana dengan kita?
Apakah kita tetaplah kita yang sama dablek-nya dengan si koala???
Atau kita masih bisa menggunakan atribut ‘kemanusiaan’ kita untuk berjuang dan berubah menghasilkan keadaan yang lebih baik?
Saya yakin kita bisa.
Saya yakin Tuhan terus membimbing saya dan manusia lain makhluk ciptaanNya untuk menggunakan atribut ‘kemanusiaan’ yang ada dengan bijak.

Jumat, 01 Februari 2013

bent yang galau

Bent, ga ada satupun didunia ini yang bisa kamu percaya dan gampangkan..
ga ada juga yang bisa kamu harapkan untuk percaya sama kamu dan peduli sama kamu..
kamu lahir sendirian.. ketika mati nanti pun kamu sendirian.. jadi jangan takut sendirian.
kamu sudah peduli sama orang lain.. tapi jangan harap kalau orang  itu pun peduli sama kamu..
yang tau diri kamu itu cuma kamu sendiri, yang tau, mengerti dan paham akan diri kamu itu ya cuma kamu sendiri.
jadi kalau ada orang lain yang tidak peduli sama kamu harusnya kamu sudah bisa mengerti itu.. kamu kan sudah belajar psikologi.. :')

Sabar ya bent.. jangan cengeng. hidup terkadang berjalan tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. tapi percaya deh, selalu ada alasan disetiap kejadian yang terjadi. Tuhan sudah merencanakan semuanya kok, Ia hanya ingin mengajarimu sesuatu hal yang lain. Bersyukurlah.. disetiap sisi kehidupan yang menurutmu 'pait' itu, ada sesuatu hal manisnya kan yang dijalanin.. kamu punya ibu yang baik, adik yang bisa diajak kompak, ayah yang sehat.. juga pacar yang cinta sama kamu, yang perhatian sama kamu, dan juga peduli sekali sama kamu.. Kamu harus menyadari itu semua Benta :) .  Good Luck with your Life. ^,^

Rabu, 26 Mei 2010

cerita Luna'

fyuh Luna setelah selesai mengerjakan tugas kuliahnya berbaring dikamar dan menulis dicatatan kecilnya,
hmmmhh....."hari yang akan dan yang sedang kulalui dan kujalanin terasa berat sekali,.... sepertinya dulu-dulu tidak begini.. hmppf..apa yang terjadi.."
hidup terasa makin sulit , penuh tantangan yang menghadang dan membuat semuanya menjadi goyah...
hufth....tugas-tugas kuliah menumpuk dan deadline...
tapi semuanya akujalanin dengan have fun dan lurus..
karena masalah itu pasti selalu ada..
karena masalah akan membuat kita semakin dan tambah dewasa..
masalah adalah pertanda bahwa kita masih hidup..
maka dari itu..
bermimpilah..
karena kita akan merasakan kekuatan dari mimpi..
beban pun..
terasa ringan..hohohohhoohoo....
oke.
kita coba.